Pada
Bingkai Pintu
29
September 2012
Ada seulas senyum di
bingkai pintu
Merekah mewarna pesona
indah
membias pada kaca pintu
Manisnya tertuang pada
sekotak air teh
Bagaimana bisa aku
mengabaikannya
Ketika kau tawarkan
suasana di sepucuk senja
Kau kenakan gaun senja
yang sederhana
Paduan warna kuning dan
coklat
Rupanya tangkai waktu
masih muda
Hanya sempat beri
sedikit ruang
Dan hanya tawarkan
beberapa patah kata saja
Seperti sang surya yang
harus berpisah dengan siangnya
Ketika dia harus
berpamit di barat
Semua benar-benar terasa
konyol dan bodoh
Tapi cerita terus
menuliskannya pada lembar waktu
Semoga saja tak menjadi
bagian dari dosa
Ketika Siang mengagumi
bintang milik sang malam
belum bisa memahami.... heee
BalasHapus