Kamis, 10 Januari 2013


Pada Bingkai Pintu
29 September 2012
Ada seulas senyum di bingkai pintu
Merekah mewarna pesona indah
membias pada kaca pintu
Manisnya tertuang pada sekotak air teh
Bagaimana bisa aku mengabaikannya
Ketika kau tawarkan suasana di sepucuk senja
Kau kenakan gaun senja yang sederhana
Paduan warna kuning dan coklat
Rupanya tangkai waktu masih muda
Hanya sempat beri sedikit ruang
Dan hanya tawarkan beberapa patah kata saja
Seperti sang surya yang harus berpisah dengan siangnya
Ketika dia harus berpamit di barat
Semua benar-benar terasa konyol dan bodoh
Tapi cerita terus menuliskannya pada lembar waktu
Semoga saja tak menjadi bagian dari dosa
Ketika Siang mengagumi bintang milik sang malam

1 komentar: