Rabu, 23 Januari 2013


SEMBAHYANG RUMPUTAN

Ahmadun Yosi Herfanda

Walau kau bungkam suara azan
Walau kau gusur rumah-rumah tuhan
Aku rumputan

Takkan berhenti sembahyang
Inna shalati wanusuki
Wa mahyaya wamamati
Lillahi rabill alamin
Topan menyapu luas padang
Tubuhku bergoyang-goyang
Tapi tetap teguh dalam sembahyang
Akar yang mengurat di bumi
Tak berhrhenti mengucap sholawat nabi

Sembahyangku sembahyang rumputan
Sembahyang penyerahan jiwa dan badan
Yang rindu berbaring rumputan
Sembahyang penyerahan habis-habisan

Walau kau tebang aku
Akan tumbuh sebagai rumput baru
Walau kau bakar daun-daunku
Akan bersemi melebihi dulu

Aku rumputan
Kekasih tuhan
Di kota-kota di singkirkan
Alam memelihara subuh di hutan

Aku rumputan
Tak pernah lupa sembahyang
Sesungguhnya sholatku dan ibadahku
Hidupmu dan matiku hanyalah
Bagi ilahi tuhan sekalian alam

Pada kambing dan kerbau
Daun-daun hijau kupersembahkan
Pada tanah akar ku pertahankan
Agar tak kahilangan asal keberadaan
Di bumi, terendah aku berada
Tapi zikirku menggema
Menggetarkan jagat raya
La ilaaha ilallah
Muhammadurasulullah

Aku rumputan
Kekasih tuhan 
Seluruh gerakku
Adalah sembahyang

ZIKIR RUMPUTAN


Ahmadun Yosi Herfanda

Embun itulah yang menyampaikan
Kasihmu padaku, dan rintik hujan
Selalu mendoakan keselematanku

Jika kau tanya makna goyangku
Goyangku zikir tersempurna
Di antara semua kekasih jiwa
Angin mengusap sawah dan ladang
Mengazaniku sujud ke pangkuan tuhan

Rinai hujan itulah yang menyampaikan
Salamku padamu, ketika burung-burung
Terbang melintasi suntuk zikirku
Jika kau tanya agamaku
Agamaku agama keselamatan
Jika kau tanya imanku
Imanku iman kepasrahan
Tapi jika kau berangus aku
Akan tumbuh menjadi rumput baru
Tubuhku mengakar di bumi tuhan
Sukma menyala manyibak kegelapan

Pandanglah putik bungaku
Nur muhammad mekar sepenuh jiwa
Pandanglah daun-daunku
Jari-jari tahiyat terucap
Tiap akhir persembahan
Zikirku zikir rumputan
Zikir keselamatan
Jiwa dan badan

Senin, 21 Januari 2013


Menikmati Sesuatu Yang Konyol

Ini tentang hayalan
ini tentang mimpi
ini tentang sesuatu yg konyol
ini
tentang sesuatu yang tak mungkin
ini manis
ini indah
dan aku menikmati semuanya..
Semoga bintang mungil tetap menjadi sahabat susu coklat.

Sabtu, 12 Januari 2013


Hayalan Pagi

"selamat pagi teh manisku",
aku berhayal di pagi yang konyol
cahaya mentari tampar wajah
"bangun!"
pagi!
pagi!
pagi!
suara ayam seperti mematuk otak
ketika hayalan semakin liar dan menggila.
Siulan burung menyelinap di antara dahan, ranting, dan daun-daun tua.
Aku berhayal tantang kami
ketika perlahan muncul bayang di benak
tentang suatu tempat dan suatu waktu yang belum kami kenal.

13 September 2012

Kamis, 10 Januari 2013


Cuaca September
Cuaca berembun beku
banyak mimpi berkecamuk dikala senja
bukan karena pemandangan senja mengguncang hati,
atau cinta kasih yang tak masuk akal
tapi cahaya di ladang angan terasa menyembelih kalbu.
September menjadi bayang melankoli
menjadi syair yang disembahkan pada puisi jiwa
hati mulai terasa masih dangkal untuk mencipta...
tapi secangkir teh manis selalu segarkan pikiran dengan aromanya yang lembut.
Ah... ketika aku tersadar betapa konyolnya aku pada takdir Tuhan ini.

13 September 2012